IHSG Menguat di Sesi I: Saham Bank Bukopin Melesat, Emiten Batu Bara Rebound



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di sesi pertama pada perdagangan hari ini, Rabu, 17 November 2021. IHSG menutup sesi di level 6.660,5 atau 0,14 persen lebih tinggi dari angka penutupan Selasa kemarin yaitu 6.651,2.


Salah satu yang jadi sorotan Samuel Sekuritas di sesi pertama ini yaitu saham emiten Bank Bukopin (BBKP). Saham ini dibuka di harga Rp 290 per saham setelah pengumuman harga teoretis BBKP pasca rights issue oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa kemarin.


“Saham ini sempat melesat hingga lebih dari 20 persen ke titik Rp 382 per saham, sebelum menutup sesi di titik Rp 360 per saham, atau naik 16,1 persen,” kata tim analis Samuel Sekuritas dalam keterangan tertulis.


Tim Samuel Sekuritas juga menyebut bahwa hari ini adalah hari pertama ex date rights issue BBKP di pasar reguler dan negosiasi. Artinya, saham BBKP yang diperdagangkan hari ini tidak lagi disertai dengan hak mendapatkan saham baru dari rights issue.


Selanjutnya, tim menyoroti bangkitnya lagi harga batu bara setelah sempat anjlok 11 persen dalam lima hari terakhir. Kenaikan ini disebut berpengaruh positif bagi saham sejumlah emiten batu bara yang sempat melemah beberapa hari belakangan ini.


Sejumlah emiten tambang menguat di sesi pertama ini. Mulai dari lain ITMG (+4,9 persen), HRUM (+,4,1 persen), BUMI (+3 persen) dan INDY (+2,4 persen).


Secara umum, sebanyak 240 saham menguat, 261 melemah, dan 177 stagnan pada sesi pertama ini dengan nilai transaksi Rp 8,2 triliun. Angka beli bersih asing sebesar Rp 177miliar di pasar regular dan angka jual bersih asing sebesar Rp 22,1 miliar di pasar negosiasi.


Kemudian, saham Bank BRI (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di sesi pertama ini dengan nilai net buy asing mencapai Rp 72,8 miliar. Lalu disusul BBNI (Rp 41,6 miliar) dan BBYB (Rp 33,1 miliar).


Sementara, saham Telkom Indonesia (TLKM) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing di sesi pertama ini dengan nilai net sell sebesar Rp 51,4 miliar. Lalu, diikuti SMGR (Rp 35 miliar) dan AGRO (Rp 23,2 miliar). 


Top Gainer:


MITI (+34 persen ke Rp 256 per saham)

CSIS (+30 persen ke Rp 182 per saham)

BEBS (+24,7 persen ke Rp 4.230 per saham)

INTD (+24,7 persen ke Rp 252 per saham)

LPIN (+24,5 persen ke Rp 1.015 per saham)

Top Loser:


RIGS (-6,9 persen ke Rp 346 per saham)

NOBU (-6,9persen ke Rp 875 per saham)

WABO (-6,9persen ke Rp 216 per saham)

FISH (-6,8persen ke Rp 7.825 per saham)

TIFA (-6,8persen ke Rp 955 per saham)

Selain IHSG, penguatan terjadi di bursa Amerika Serikat pada penutupan perdagangan semalam. Dow Jones naik +0.15 persen, S&P 500 naik+ 0.39 persen, dan Nasdaq naik +0.76 persen. “Salah satu yang mendongkrak kinerja pasar AS semalam adalah laporan penjualan retail di bulan Oktober yang tumbuh 1.7 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan September,” kata tim.


Sebaliknya, tim analis Samuel Sekuritas mencatat mayoritas bursa di Asia justru melemah di akhir sesi pertama hari ini. Nikkei terpantau melemah-0,34 persen, begitu juga Hang Seng (-0,46 persen), Kospi (-0,96 persen) dan STI (-0,2 persen), sementara Shanghai menguat (+0,2 persen).


Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama